• 16

    Jul

    Kembalikan MOS pada fungsi yang sebenarnya.

    Miris rasanya mendengar berita tentang kasus seorang ayah dengan teganya mendamparkan anaknya di rel kereta api.. sehingga kini anaknya cacat karena ulahnya. Belum seminggu, datang lagi berita seorang siswa SMU yang sedang mengikuti MOS meninggal dunia karenanya.. Kasus pertama memang berbeda dengan kasus ke dua, namun sama-sama yang menjadi korban adalah seorang anak. Betapa muramnya dunia anak-anak sekarang. Mereka harus berjuang agar menjadi “orang” saja begitu banyak kerikil yang harus dilaluinya.. dan kerikil tajam itu tidak jauh dari lingkungannya sendiri. Sudah banyak para ahli kejiwaan, ahli perilaku, ahli pengobatan, para guru, para ahli agama mengadakan seminar-seminar, lokakarya, pendalaman materi-materi, membuat buku-buku, memberikan ceramah-ceramah tentang moral
  • 14

    Jul

    Sulitkah untuk berubah?

    Sekian tahun lamanya seiring perjalanan hidup seseorang, banyak hal yang bisa dilakukan untuk melakukan suatu perubahan. Pertanyaannya justru yang sering terjadi adalah “kok dari dulu tidak ada perubahan?” , “Apa saja yang dia lakukan selama ini?” Mengapa ya? Sepulang dari Bandung tempatku dulu hidup bersama keluarga besarku dan tidak sampai separuh umurku kujalani di sana, rasanya banyak memang yang aku ingat, tentang masa kecilku hingga masa remajaku di sana. Satu hal yang mungkin pemikiranku agak beda dengan saudara-saudaraku dan teman atau sahabatku bahwa aku bercita-cita ingin sekali tahu dunia luar selain Bandung.. Pikiran anak kecil waktu itu.. entah apa yang terlintas dibenakku.. memang aku ingin sekali, dan saat itu yang kutahu hanya satu yang ada dalam pi
  • 1

    Jul

    Image via Wikipedia Begitu mendengar habis pembagian raport.. sekolah diliburkan… anak-anak biasanya tampak gembira… artinya … libur telah tiba… anak-anak mulai merencanakan akan apa dan mau mengajak pergi kemana…. tapi… lhoooo…. tidak ada suara apa-apa di rumahku ini? Otakku mulai menangkap “sesuatu” … waahh… kayaknya bakal ada apa-apa juga nih dengan anakk...
  • 1

    Jun

    ORBS tuh makin berani....

    Mulanya biasa saja saya mendengar orang bercerita tentang “ORBS”… apa yang aneh? Lama-kelamaan karena komunitas saya mulai beralih ke suatu kelompok yang banyak menggunakan mata batin, kekuatan batin saya pun sedikit terolah.. paling tidak saya sekarang sensitiflah… terus terang saja dari lubuk hati, masih ada keinginan tidak mau mendalami hal-hal yang orang awam mengatakan ,,,, hari gini…. percaya takhayul… mikir dong… mikir…. Saya sering menjawab… “bukan tidak mau mikir lho… otakku ini pas-pasan…” eh… teman saya menyambung… dan dia mulai bijak dengan dakwah yang berulang… katanya.. “mikir itu penting dan akan manfaat kalau proses mikirnya juga menggunakan hati nurani..” ahhhh…
  • 21

    Apr

    Ridha Allah

    Sepintas kata-kata di atas sederhana saja, tapi kata-kata ini belum lengkap.. tambah kata-katanya dengan …. Tergantung Ridha Orangtua. Maknanya begitu dalam. Saya sempat termenung beberapa saat, ikut memikirkan apa yang tersirat si penulis buku ini.. mengapa begitu pentingnya hubungan Alloh dengan Orangtua sehingga menginspirasi penulis dengan menyusun segala permasalahan yang menyangkut dan menyeret segala perilaku orangtua terhadap anak dan begitu pula segala perilaku anak terhadap orangtua dengan segala ketentuan yang telah ditetapkan tanpa terbantahkan lagi oleh Alloh, Sang Khalik yang sangat berkuasa dengan semua kehendakNya terhadap manusia … si banyak akal dan sangat pembangkang.. Duuh… saya sempat merasa “ngeri”, bila ingat betapa manusia sekarang.. b
  • 5

    Apr

    Waspadai Fluoride untuk Anak-anak dan Kita

    Dalam sebulan ini konsentrasi saya terfokus, dan memang sengaja difokuskan ke dunia “keingin-tahuan” mendalam masalah Mengapa banyak Anak-anak Kita yang menjadi “Korban”? Setelah ada pengamat ‘posting’ KDRT dengan antusias berbagi bersama saya, saya sangat berterima kasih terutama kepada Abang dan None Admin yang berbaik hati mem’publishpost’kan, maka dengan itu naluri dan pikiran saya bisa dituangkan di sini. Hati saya sangat trenyuh ketika Ibu Dosen Cantik di ruang yang dingin dan hanya ada 19 orang dengan serius mendengarkan kuliahnya. Dalam sepuluh tahun yang lalu, anak-anak yang datang dengan orangtuanya dalam satu tahun hanya antara 3-5 orang yang datang dengan “gangguan autis” per tahun, tapi yang terjadi sekarang adalah 1
  • 17

    Mar

    KDRT K

    Ini kejadian sebenarnya… Kekerasan Dalam Rumah Tangga! Aku baru tahu dan baru menyadari bahwa ternyata ada seorang bapak yang sangat kejam, sadis, tidak berperikebinatangan…. aku nggak tahu harus bilang apa terhadap bapak ini, masalahnya apa kok sampai berbuat setega itu.. apakah dia ini sudah memang alamnya atau psikopat… atau psisophrenia atau apalah istilahnya… Ceritanya sore-sore itu aku sedang duduk santai minum teh dan pisang rebus kesuakaanku sambil menunggu warta berita, biar pun wartaberita di channel apasaja selalu beritanya itu itu juga … masalah Ponari lah, masalah Caleg lah, masalah bentrok-bentrokanlah… masalah banjir… yah masalah-masalah yang tidak mengenakan hati… tapi kok ya ditungguin dan ditonton lagi… yang kelewata
  • 10

    Mar

    Aduuuhhh Lupaaa..

    Kata-kata itu sering sekali kita dengar … sepertinya orang biasa saja mengucapkan itu dengan cukup menepukkan telapak tangannya ke dahi, atau jidat? Setelah itu baru diikuti rasa .. bisa malu… bisa rasa bersalah.. bisa rasa kesal… bisa rasa rasa lainnya… Kejadian sehari-hari yang rasanya semua orang pernah mengalami, kalau ada yang selalu ingat … pasti hebat dan superlah orang itu. Tapi perlu dibahas juga kenapa ya orang ingat terus, atau kok sering lupa atau pernah lupa artinya lupa sekali-sekali saja, semoga jangan sampai lupa ingatan saja.. Seorang psikolog tahun 1968 Atkinson dan Shriffin pernah mewakili pendekatannya tentang teori informasi, yaitu yang disebut memory. Memory itu sendiri artinya penyimpanan dan mengambil kembali informasi. Mereka mengata
  • 26

    Feb

    Pusing-pusing cari guru

    Entah kenapa ya zaman kok makin ‘edan’ kata orang sih begitu… Coba saja, mau pemilu, orang buru-buru ingin jadi caleg, lalu cari guru biar diajarkan soal-soal politik, biar pun dia itu cuma tukang bakso, dia berani maju mencalonkan diri jadi caleg.. kenapa? karena gurunya pernah bilang masalah politik bisa dipelajari kok…. yang penting “goal” dulu aja…karena dia sudah banyak keluar uang, harus diganti dong.. kalau bisa kepilih kan modal bisa balik….sampai segitunya pikiran orang sekarang, yang sakit jiwa nih siapa? yang tidak mau memilih atau yang akan dipilih? Trus guru itu bukankah yang “digugu dan ditiru?” Yang digugu, diturut apanya? Yang ditiru, dicontoh apanya? Tadi pagi pulang senam, aku baca blognya Fanabis, judulnya kal
  • 19

    Feb

    Generasi Berbeda

    Seperti ada yang kurang jika satu keluarga hanya memiliki 1 anak perempuan saja atau 1 anak laki-laki saja, hampir rata-rata orang yang saya temui ingin dan bahkan baru merasa “lengkap” kalau memiliki 2 anak, 1 laki-laki dan 1 perempuan, tapi apakah setiap orangtua memikirkan hal sama dengan cara mendidik keduanya? Kita semua tahu bahwa satu generasi sebelumnya pasti berbeda dengan generasi berikutnya. Banyak orangtua secara tidak disadari keliru berpikir bahwa masalah-masalah zaman sekarang ini adalah karena anak-anak terlalu diberi keleluasaan, padahal meniadakan kebebasan tidak akan memecahkan masalah. Justru pemecahan masalah seharusnya kita memperkuat ikatan antara orangtua dan anak-anaknya dengan menggunakan kemahiran dalam mengasuh anak-anaknya secara positif. Tantanga
- Next

Author

Follow Me

Search

Recent Post